Day 1 - LLM Architecture Refresher

1. Transformer Basics: Encoder vs Decoder

Encoder (The Understander)

  • Sifat: Bidirectional (Melihat konteks kiri dan kanan sekaligus).
  • Fokus: Memahami makna kalimat secara utuh.
  • Contoh Model: BERT.
  • Kegunaan: Klasifikasi teks, Named Entity Recognition (NER).
  • Analogi: Seperti melihat sebuah foto secara utuh.

Decoder (The Generator)

  • Sifat: Unidirectional / Causal (Hanya melihat ke belakang/masa lalu).
  • Mekanisme Kunci: Masked Self-Attention (Mencegah model “mengintip” kata masa depan saat training agar tidak curang).
  • Fokus: Next Token Prediction (Generative).
  • Contoh Model: GPT.
  • Analogi: Seperti membaca buku kata demi kata dari awal.

2. Tokenisasi & Context Window

Tokenisasi (The Currency)

  • Fungsi: Mengubah teks menjadi representasi angka (ID).
  • Metode: Sub-word Tokenization (BPE - Byte Pair Encoding).
    • Kata umum = 1 token.
    • Kata kompleks/asing = dipecah jadi beberapa token.
  • Tools: tiktoken (Library OpenAI).
  • Biaya: Bahasa Inggris biasanya lebih efisien (murah) tokennya dibanding Bahasa Indonesia.

Context Window (The Limit)

  • Definisi: “Memori jangka pendek” atau kapasitas input maksimal model.
  • Prinsip:
    • Jika penuh, token paling lama (awal) akan dibuang (truncated) agar muat token baru.
    • Jika dipaksa masuk sekaligus melebihi batas, API akan error.